M. Agung Suryantoro, S.E.
Setiap organisasi pasti punya tujuan yang akan diraih. Tujuan tersebut bisa berdasarkan waktu, program dan kegiatan maupun finansial. Dari sisi waktu tujuan dibedakan menjadi jangka pendek, menengah, dan panjang. Sementara dari sisi program dan kegiatan bisa ditetapkan berdasarkan penting dan mendesak (prioritas), penting namun tidak mendesak, serta tidak penting dan tidak mendesak. Selain keduanya organisasi harus mempunyai tujuan finansial tertentu agar bisa menjalankan semua organ yang dimiliki, kebutuhan untuk investasi, penambahan asset maupun cadangan keuangan untuk membayar hutang.
Sebagian kita masih sering salah kaprah dalam memahami bedanya pemimpin dan kepemimpinan. Karenanya kita sering salah ucap yang semestinya pemimpin malah dikatakan kepemimpinan atas sebaliknya. Pemimpin adalah satu atau beberapa orang yang memiliki kemampuan untuk mengatur kelompoknya agar bisa bekerja sama mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan kepemimpinan ialah seni untuk membimbing atau menuntun atau mengarahkan atau mempengaruhi orang lain dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bisa disimpulkan bahwa bedanya pemimpin dan kepemimpinan, yakni pemimpin lebih mengarah pada orang (manusia), sementara kepemimpinan mengacu pada sifat.
Untuk menjadi pimpinan yang baik kita harus memiliki karakteristik yang menonjol diantaranya: 1. Mampu menentukan arah dan tujuan organisasi; 2. Bisa memotivasi orang lain untuk bekerja dan berkarya; 3. Mengambil keputusan dan menindaklanjuti pihak yang bekerja sama dengannya; 4. Bisa menginspirasi teamworknya untuk tetap komitmen dan loyal terhadap organisasi; 5. Bisa memberikan keyakinan dan optimisme kepada semua teamworknya semua tujuan organisasi bisa tercapai atau terwujud sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Sementara itu karakteristik kepemimpinan mencakup pemberian bimbingan dan motivasi kepada pihak lain.
Karakteristik pemimpin sangat menentukan keberhasilan dan kesuksesan organisasi. Keberadaan seorang pemimpin yang mempunyai 5 karakter di atas akan memengaruhi kinerja dan juga efektivitas organisasi. Begitu juga tanpa memiliki kepemimpinan yang baik, seorang pemimpin akan kesulitan untuk menjalankan serta meningkatkan efektivitas organisasi.
Melihat begitu penting dan strategisnya keberadaan dan kedudukan seorang pemimpin dan kepemimpinan dalam organisasi maka pergantian pemimpin adalah sebuah keniscayaan yang harus dilakukan oleh oranisasi apapun baik itu bisnis, organisasi sosial maupun organisasi masa (Ormas). Demikian juga dengan YASR sebegai sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang sosial, kemansiaan, pendidikan, dan keagamaan telah berhasil melakukan suksesi kepemimpinan dengan terpilihnya pemimpin YASR yang baru yaitu saudara M. Agung Suryantoro, SE menggantikan saudara Achmad Yusuf. Kepengurusan YASR yang baru ditetapkan untuk masa bakti 2024 – 2029.
Penunjukan, keputusan dan ketetapan ketua YASR yang baru tersebut berdasarkan rapat dewan pembina yang dilaksanakan pada tanggal 07 April 2024 bertempat di kantor YASR yang beralamatkan di dukuh Lusah, desa Prawatan, kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Dan secara formal mulai bekerja sejak pelantikan dan serah terima jabatan yang dilakukan pada hari Sabtu, 18 Mei 2024 bertempat di RM Merapi Resto Klaten.
Sebagai ketua YASR yang baru, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada saudara Achmad Yusuf yang telah menahkodai YASR selama kurang lebih 14 tahun dengan capaian-capain yang sangat baik dan menggembirakan. Semoga karya dan legacy yang telah ditorehkan di YASR bisa menjadi amal jariyah yang memberatkan di akhirat. Doa yang sama juga saya sampaikan kepada semua pengurus dan karyawan yang telah setia mendampingi beliau sehingga YASR bisa besar seperti sekarang ini.
Kepada rekan-rekan pengurus YASR yang baru saya mengucapkan terima kasih atas kesediaan dan keikutsertaan serta partisipasinya dalam kepengurusan. Sebagai ketua saya sangat yakin dan optimis keberadaan dan kebersamaan kalian akan bisa menjadikan YASR Esok Semakin Sukses dengan izin Allah SWT.
Untuk itu saya sangat membutuhkan DOA ( Dedikasi, Opitimis, Antusias ) dari kalian semua sehingga kita menjadi pantas untuk ditolong dan dilindungi Allah SWT. DOA adalah senjata orang-orang beriman untuk mendapatkan keberhasilan dan kesuksesan baik secara pribadi, keluarga, maupun organisasi.
Akhirnya, dengan senantiasa berlindung kepada Allah SWT atas kelemahan dan keterbatasan diri, saya berharap kita semua bisa mendisiplinkan diri untuk memulai kerja-kerja manajemen: perencanaan, pelaksanaan program, pengorganisasian semua sumber daya dan pengevaluasian program dengan DOA begitupun saat kita mengakhirinya juga dengan DOA.
Prambanan, 01 Dzulhijah 1445 H / 08 Juni 2024
Agung Suryantoro, S.E.
Ketua YASR